Internalisasi Nilai-nilai Aswaja dalam Bingkai Tadabbur Alam

Psikes.com — Dalam upaya memperkuat spiritualitas dan solidaritas kader, PMII Rayon Psikologi dan Kesehatan Komisariat UIN Walisongo Semarang menggelar kegiatan Tadabbur Alam pada Sabtu - Minggu, 14 -15 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Hutan Pinus Nglimut, Limbangan, Kendal, dengan mengusung tema “Menumbuhkan Kesadaran Hidup melalui Dialektika Manusia dan Alam Bersama Kader PMII”.

Kegiatan yang diikuti oleh kader PMII Rayon Psikologi dan Kesehatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme. Selama dua hari, peserta mengikuti rangkaian agenda reflektif dan kebersamaan di tengah suasana alam terbuka. Konsep kegiatan dirancang tidak hanya sebagai rekreasi, tetapi juga sebagai ruang perenungan dan penguatan nilai-nilai organisasi.

                                            Dokumentasi oleh: PMII Rayon Psikes


Ketua Pelaksana, sahabat Aisyah Nurlatifah, menjelaskan bahwa Tadabbur Alam menjadi wadah refleksi yang menyentuh dua aspek penting dalam proses kaderisasi, yakni spiritualitas dan kebersamaan organisasi. “Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan ruang refleksi bagi kader. Dari sisi spiritual, peserta diajak untuk menyadari kebesaran Allah melalui interaksi langsung dengan alam, sehingga tumbuh rasa syukur, ketenangan, dan kesadaran diri. Sementara dari sisi organisasi, kegiatan ini menjadi sarana mempererat solidaritas serta membangun kedekatan antar kader,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) turut diinternalisasikan dalam kegiatan tersebut. Prinsip keseimbangan dan kebersamaan yang menjadi ciri Aswaja diwujudkan melalui interaksi, kerja sama, serta pengalaman kolektif selama kegiatan berlangsung.

“Kegiatan ini menjadi bentuk konkret internalisasi nilai Aswaja secara kontekstual di kalangan mahasiswa, sehingga kader tidak hanya memahami secara teoritis, tetapi juga merasakannya dalam pengalaman langsung,” imbuhnya.

                                            Dokumentasi oleh: PMII Rayon Psikes

Salah satu peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus menyadarkan pentingnya menjaga hubungan manusia dengan alam. “Menurut saya, kegiatan ini menyenangkan karena bisa mengimplementasikan salah satu poin NDP yaitu hablumminaalam. Kami belajar lebih menghargai dan peka terhadap alam, serta menyadari bahwa alam adalah ciptaan Tuhan yang harus dijaga dan dilestarikan,” tuturnya.

Ia pun berharap agar kegiatan Tadabbur Alam ke depan dapat terus terlaksana dengan lebih baik dan membawa keberkahan.“Semoga acara berikutnya semakin lancar dan sukses, serta selalu dalam lindungan Allah,” harapnya.

Dengan terselenggaranya Tadabbur Alam ini, PMII Rayon Psikologi dan Kesehatan berharap tercipta kader yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan spiritual, solidaritas yang kokoh, serta tanggung jawab terhadap organisasi dan lingkungan sekitar.


Reporter : Laelatul Qodriyah

Redaktur : Zalfa Aulia Premesti C. 


Tim Jurnalis

Biro Kajian dan Gerakan

PMII Rayon Psikologi dan Kesehatan

Komisariat UIN Walisongo Semarang



PMII Rayon Psikologi dan Kesehatan Komisariat UIN Walisongo Semarang

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Psikologi dan Kesehatan merupakan sebuah kawah candradimuka yang membentuk dan melahirkan para kader militan, berintegritas, serta memiliki jiwa ksatria dengan tetap patuh terhadap nilai-nilai dasar pergerakan. Dibingkai dengan pendekatan eksakta, Rayon Psikes hadir sebagai rahim pergerakan yang menekankan pada rumpun ke-fakultatif-an dalam kerangka profesionalisme. Selain itu, juga berkomitmen mencetak kader progresif dan solutif yang siap berkontribusi dalam dunia akademik maupun sosial kemasyarakatan. Melalui bara semangat menyala yang terkandung pada trimoto “Dzikir, Fikir, dan Amal Sholeh”, PMII Rayon Psikologi dan Kesehatan terus mendorong gerakan transformasi sosial berbasis keilmuan dan kesadaran kritis, khususnya dalam isu-isu kesehatan mental, kesehatan masyarakat, dan keadilan sosial. Rayon Psikes juga turut serta aktif dan responsif dalam berbagai kegiatan advokasi, kajian keilmuan, pengabdian masyarakat, dan pengembangan potensi kader secara holistik.

Post a Comment

Previous Post Next Post