Psikes.com – Pada hari Sabtu hingga Minggu, 15 – 16 November 2025, Biro Kajian dan Infokom PMII Rayon Psikologis dan Kesehatan (Psikes) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang sukses menyelenggarakan kegiatan Rumah Jurnalis Pergerakan. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pendalaman minat rtl Kajian dan Infokom. Salah satu hasil liputan dilakukan pada Minggu, 16 November 2025, dengan fokus pada tren pemotretan prewedding di Kota Semarang yang semakin diminati, khususnya di kawasan Kota Lama.
Kota Lama Semarang, dengan bangunan-bangunan kuno bercorak Eropa dan suasana klasik yang khas, menjadi pilihan favorit banyak pasangan. Kawasan ini menawarkan nuansa estetik yang kuat tanpa biaya masuk, sehingga cocok untuk pasangan yang menginginkan latar foto elegan dan berkarakter.
Dokumentasi: Zahra Rachmawati
Dalam liputan tersebut, salah satu calon pengantin wanita bernama Shafira membagikan alasannya memilih Kota Lama sebagai lokasi pemotretan prewedding. “Kota Lama Semarang itu ikon Semarang. Tempatnya gratis untuk umum dan banyak gedung lama yang menarik jika dijadikan background,” ujar Shafira, calon pengantin wanita (16\11).
Konsep pemotretan yang digunakan oleh pasangan ini mengarah pada gaya casual namun sedikit formal, mengikuti tren prewedding yang sedang digemari. Pasangannya mengenakan jas untuk memberi kesan lebih rapi dan elegan, sekaligus tetap terlihat natural di tengah suasana klasik Kota Lama. Terkait pemilihan waktu pemotretan, ia mengaku memilih hari Minggu karena memiliki waktu luang bersama pasangannya. Meski pemotretan dapat dilakukan pada hari apa pun, Minggu menjadi hari yang paling memungkinkan bagi keduanya untuk bertemu dan menjalani sesi prewedding dengan lebih santai.
Tak hanya sepasang kekasih yang dapat berfoto ria dengan nuansa elegan tempo dulu, kini di Kota Lama Semarang tepatnya di jalan Gelatik No.8 terdapat Kolly Studio yang membuka penyewaan kebaya dan baju adat lainnya. Jasa penyewaan ini membuka kesempatan bagi wisatawan baik dalam maupun luar kota yang ingin mengabadikan momen di Kota Lama menggunakan baju adat dengan harga yang terjangkau.
Letaknya yang strategis berada di kawasan pariwisata juga tempat kebudayaan menarik arus kedatangan wisatawan utamanya pada saat libur lebaran dan akhir tahun. Tidak perlu khawatir mengenai kenyamanan ketika memakai baju adat, dalam wawancara bersama salah satu staf, ia menuturkan “Setelah customer pakai foto langsung kita lipat, kita pisah-pisahin, kita masukin laundry. Dan itu bergilir, jadi jangan sampai yang sudah dipakai customer dipakai lagi, jadi kita laundry secara rutin dan setiap hari”. Selain itu layanan yang disediakan tidak hanya terbatas pada penyewaan baju adat. Terdapat paket foto prewedding, foto wisuda, foto keluarga, ataupun foto beramai-ramai bersama kerabat dan sahabat.
Kota Lama Semarang bukan sekedar destinasi wisata bersejarah dengan sentuhan estetika kuno. Namun juga menjadi tempat bersejarah bagi tiap-tiap pasangan yang mengabadikan momen disana. Ditambah membuka peluang bagi pelaku usaha untuk berkembang. Dengan daya tarik teresdsendiri Kota Lama dapat menjadi pilihan bagi wisatawan untuk mengabidakan kebersamaan lewat foto dengan orang tersayang.
Tim Liputan Kelompok Tempo.com:
1. Nailah Najma Ramadhani — Reporter
2. Shifa Aulia Hasna — Videografer
3. Zahra Rachmawati — Fotografer
Redaktur: Kuni Zahidah Afifah Billah
Tim Jurnalis
Biro Kajian dan Gerakan
PMII Rayon Psikologi dan Kesehatan
Komisariat UIN Walisongo Semarang