PMII Rayon Psikologi dan Kesehatan Dorong Penguatan Spiritualitas Mahasiswa dalam Peringatan Isra Mi’raj

Psikes.com — PMII Rayon Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada tanggal 31 Januari 2026 yang bertempat di Gedung MDTI. Kegiatan ini mengusung tema “Memahami Isra’ Mi’raj sebagai Penguatan Keimanan dan Kesadaran Spiritual” dan diikuti oleh mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Pelaksanaan peringatan Isra Mi’raj ini bertujuan untuk mengingatkan kembali mahasiswa akan besarnya hidayah yang Allah SWT berikan kepada Nabi Muhammad SAW melalui peristiwa Isra Mi’raj, khususnya perintah melaksanakan sholat lima waktu. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi kader PMII yang terlibat sebagai panitia, sehingga dapat menjadi bekal pengalaman organisasi dan kepemimpinan ke depannya.

                                     Dokumentasi oleh : PMII Rayon Psikologi dan Kesehatan

PJ Pelaksana kegiatan Isra' Mi'raj yaitu sahabat Muhammad Hamdan Hanif  menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial semata.

“Peringatan Isra Mi’raj ini bertujuan untuk mengingatkan kembali besarnya hidayah Allah SWT berupa perintah sholat lima waktu. Selain itu, kepanitiaan yang berasal dari kader PMII juga menjadi sarana pembelajaran dan bekal pengalaman untuk ke depannya,” ujarnya.

Kegiatan ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Sebagai perguruan tinggi yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki moral dan spiritualitas yang kuat. Oleh karena itu, kegiatan keagamaan seperti peringatan Isra Mi’raj menjadi ruang penting dalam membentuk keseimbangan tersebut.

Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya kewajiban sholat lima waktu, pembekalan tips dan trik agar dapat melaksanakan sholat dengan lebih khusyuk, serta menjadi sarana untuk mempererat hubungan dan silaturahmi antar mahasiswa.

Salah satu peserta yakni Fakhrul Islam dalam kegiatan tersebut turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya peringatan Isra Mi’raj bagi mahasiswa UIN.

“Kegiatan Isra Mi’raj sangat penting bagi mahasiswa UIN karena menjadi pengingat nilai spiritual dan moral di tengah lingkungan akademik. Sebagai mahasiswa UIN, kita tidak hanya dipandang sebagai akademisi, tetapi juga individu yang membawa nilai-nilai moral keislaman dalam kehidupan kampus dan masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan tertib sesuai dengan susunan acara yang telah ditetapkan, mulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan sholawat, mauidhah hasanah, hingga penutupan. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa UIN Walisongo Semarang dapat semakin menguatkan keimanan serta mengimplementasikan nilai-nilai Isra Mi’raj dalam kehidupan sehari-hari.


Reporter: Kuni Zahidah Afifah Billah 

Redaktur: Zalfa Aulia Pramesti C.

PMII Rayon Psikologi dan Kesehatan Komisariat UIN Walisongo Semarang

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Psikologi dan Kesehatan merupakan sebuah kawah candradimuka yang membentuk dan melahirkan para kader militan, berintegritas, serta memiliki jiwa ksatria dengan tetap patuh terhadap nilai-nilai dasar pergerakan. Dibingkai dengan pendekatan eksakta, Rayon Psikes hadir sebagai rahim pergerakan yang menekankan pada rumpun ke-fakultatif-an dalam kerangka profesionalisme. Selain itu, juga berkomitmen mencetak kader progresif dan solutif yang siap berkontribusi dalam dunia akademik maupun sosial kemasyarakatan. Melalui bara semangat menyala yang terkandung pada trimoto “Dzikir, Fikir, dan Amal Sholeh”, PMII Rayon Psikologi dan Kesehatan terus mendorong gerakan transformasi sosial berbasis keilmuan dan kesadaran kritis, khususnya dalam isu-isu kesehatan mental, kesehatan masyarakat, dan keadilan sosial. Rayon Psikes juga turut serta aktif dan responsif dalam berbagai kegiatan advokasi, kajian keilmuan, pengabdian masyarakat, dan pengembangan potensi kader secara holistik.

Post a Comment

Previous Post Next Post